▶
Antara Bara dan Biomassa: Membaca Risiko di Balik Program Cofiring Biomassa
Transparency International Indonesia merilis hasil penelitian Corruption Risk Assessment (CRA) terkait program co-firing biomassa pada PLTU di Indonesia.
Di balik narasi transisi energi yang “hijau”, penelitian ini mengungkap sejumlah risiko serius: mulai dari celah korupsi dalam pengadaan biomassa, lemahnya tata kelola rantai pasok, hingga ancaman terhadap hutan dan masyarakat lokal.
Program co-firing yang awalnya diposisikan sebagai solusi transisional justru berpotensi menjadi sumber masalah baru—ketika kebutuhan biomassa meningkat tanpa sistem pengawasan yang kuat, transparansi yang memadai, dan jaminan keadilan bagi masyarakat terdampak.
Transisi energi bukan sekadar soal teknologi, tetapi soal tata kelola, keadilan, dan integritas.
Simak selengkapnya untuk memahami bagaimana risiko korupsi dapat menghambat agenda energi bersih di Indonesia.
#TransisiEnergi
#Cofiring
#PLTU
#EnergiTerbarukan
#Korupsi
#AntiKorupsi
#Biomassa
#HutanTanamanEnergi
#TataKelolaEnergi
#EnergyTransition
#ClimateJustice
#Indonesia
#PLN
#Lingkungan
#Sustainability
