Simulasi Peringatan Dini Berbasis Masyarakat

Simulasi Peringatan Dini Berbasis Masyarakat

Sepanjang tahun 2024, Jawa Barat mengalami 1.837 kejadian bencana. Sebagian besar bencana ini merupakan bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor yang dipengaruhi oleh perubahan iklim dan alih fungsi lahan. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunitas dan satuan pendidikan dalam menghadapi bencana hidrometeorologis yang diprediksi akan sering terjadi karena perubahan iklim, Save the Children berkolaborasi dengan LPBI NU, IDEP Selaras Alam, BMKG, BPBD, dan FPRB menginisiasi Simulasi Peringatan Dini Berbasis Masyarakat di Kelurahan Rancaekek Kencana, Kabupaten Bandung. Melalui simulasi ini, diharapkan risiko bencana yang terjadi di komunitas dan satuan pendidikan dapat dimitigasi melalui aktivasi sistem peringatan dini dan prosedur evakuasi yang terkoordinasi. Simulasi ini merupakan bagian dari program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat yang diinisiasi oleh Save the Children Indonesia bekerjasama dengan LPBI-NU dan IDEP Selaras Alam. Secara umum, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan iklim pada anak-anak dan komunitas, serta mengurangi risiko dan dampak negatif dari perubahan iklim. Program ini sudah berjalan sejak Maret 2023 dan akan berlangsung hingga Maret 2026. #berpihakpadaanak #sayasavethechildren