▶
Menjadi Ayah (Becoming a Father)
Indonesian:
"Menjadi Ayah" adalah film pendek yang menggambarkan perjalanan emosional seorang bapak (ayah) di Pulau Timor, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam masyarakat dengan patriarki yang kuat, urusan pangan dan gizi keluarga—seperti memetik sayur, memasak, dan mengasuh anak—sering dianggap sebagai pekerjaan perempuan. Akibatnya, perempuan kerap menanggung beban berlapis: mengurus rumah tangga, mengasuh anak, sekaligus berperan dalam kegiatan ekonomi. Kondisi ini turut berkontribusi pada berbagai tantangan gizi dan kesehatan, seperti yang masih dihadapi di Kabupaten TTS.
Namun, dalam konteks sosial seperti ini, tidak mudah bagi laki-laki untuk mengambil peran yang dianggap tidak lazim atau bahkan rendah menurut norma dan tradisi setempat. Film ini mengisahkan proses perubahan perilaku seorang laki-laki Timor, serta pentingnya dukungan dari pemerintah dan pemuka agama dalam mendorong dan memungkinkan perubahan tersebut terjadi.
English:
"Becoming a Father" is a short film that portrays the emotional journey of an ayah (father) on Timor Island, Timor Tengah Selatan Regency (TTS), East Nusa Tenggara Province (NTT). In a society with strong patriarchal norms, responsibilities related to family food and nutrition—such as collecting vegetables, cooking, and childcare—are often considered women’s work. As a result, women frequently carry multiple burdens: managing household responsibilities, caring for children, while also participating in economic activities. This condition contributes to ongoing nutrition and health challenges, as still observed in TTS.
However, within this social context, it is not easy for men to take on roles that are considered unusual or even undervalued according to prevailing norms and traditions. This film tells the story of a Timorese man’s behavioral change, and highlights the importance of support from government and religious leaders in enabling and sustaining this transformation.
