Upaya Warga Hadapi Krisis Air

Upaya Warga Hadapi Krisis Air

Krisis air bersih, sudah terjadi sejak lama terutama di daerah bali. krisis air ini dinilai disebabkan oleh eksplorasi dan eksploitasi air tanah, karena pesatnya pertumbuhan pariwisata di Pulau Dewata. Upaya untuk mengatasi kekurangan air bersih tersebut dapat kita tangani melalui "Konservasi Air" Konservasi air adalah upaya perlindungan, pemeliharaan, dan pelestarian keberadaan sumber daya air agar selalu tersedia dalam kualitas maupun kuantitas yang memadai guna memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik untuk masa yang sekarang maupun untuk masa yang akan datang. Berikut beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk konservasi air : 1. Menampung air bekas cucian tangan/kaki non kimia (sabun, deterjen dll) yang nantinya air tersebut dapat kita manfaatkan kembali seperti menyiram tanaman. 2. Jangan pernah lalai untuk menutup keran air supaya tertutup rapat sehingga tidak terjadinya rembesan air. Hal ini dilakukan untuk menghemat air dan tidak terjadinya pemborosan air. 3. Gunakan air untuk mencuci sesuatu dengan secukupnya untuk menghemat pengeluaran air, seperti contoh matikan keran ketika kita sedang menggosok sesuatu menggunakan deterjen dan nyalakan air kembali ketika kita hendak membilasnya. 4. Menyimpan air dalam tandon adalah cara sederhana untuk menyimpan air. Ketika musim kemarau tiba, adanya gangguan pada suplai air dan masalah air lainnya, kita dapat memanfaatkan air yang ada dalam tandon tersebut. 5. Membuat lubang resapan biopori adalah salah satu cara konservasi air, karena dapat meningkatkan perkolasi air hujan ke dalam tanah. Bali Water Protection Competition 2024 Juara 3 Kategori Pelajar - I Kadek Oka Dwiana #baliwaterprotection #jagaairbali #idepfoundation