Permakultur untuk Ketangguhan Petani Swadaya di Kapuas Hulu

Permakultur untuk Ketangguhan Petani Swadaya di Kapuas Hulu

IDEP Selaras Alam menjadi salah satu mitra mitra pelaksana Proyek GRASS (Greening Agricultural Smallholder Supply Chains), sebuah proyek kerja sama antara Pemerintah Jerman melalui GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH) dan Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertanian. Proyek ini bertujuan untuk memberdayakan petani swadaya dengan meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan sistem pertanian polikultur, pengelolaan tanah, keanekaragaman hayati, serta memperkuat partisipasi perempuan dalam sektor pertanian. Pada tahap awal, kami telah melaksanakan pelatihan Training of Trainers (ToT) kepada Petani Model dan Agen Penyuluh Lokal dari sembilan desa sasaran di Kapuas Hulu, yang mencakup Desa Mensiau, Desa Labian, Desa Menua Sadap, Desa Pinang Laka, Desa Kepala Gurung, Desa Nanga Payang, Desa Pangeran, Desa Nanga Nuar, dan Desa Setunggul. Desa-desa tersebut tersebar di enam kecamatan: Batang Lupar, Embaloh Hulu, Pengkadan, Mentebah, Bunut Hulu, dan Silat Hilir. Materi pelatihan mencakup empat topik utama berbasis pendekatan permakultur: Agroforestri, Food Forest (Hutan Pangan), Seed Saving (Pemuliaan dan Konservasi Benih Lokal), dan Pengolahan Produk Pascapanen. Pada tahap lanjutan, Petani Model yang telah mengikuti ToT didampingi untuk melatih petani swadaya di desa masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani serta menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan tantangan lingkungan. - IDEP Selaras Alam is one of the implementing partners of the GRASS Project (Greening Agricultural Smallholder Supply Chains), a collaborative initiative between the German Government through GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH) and the Indonesian Government, particularly the Ministry of Agriculture. This project empowers smallholder farmers by enhancing their capacities through trainings in polyculture farming systems, soil management, biodiversity, and strengthening women’s participation in agriculture. In the initial phase, we conducted a Training of Trainers (ToT) for Model Farmers and Local Extension Agents from nine target villages in Kapuas Hulu: Mensiau, Labian, Menua Sadap, Pinang Laka, Kepala Gurung, Nanga Payang, Pangeran, Nanga Nuar, and Setunggul — across six sub-districts: Batang Lupar, Embaloh Hulu, Pengkadan, Mentebah, Bunut Hulu, and Silat Hilir. The training covered four key permaculture-based topics: Agroforestry, Food Forest, Seed Saving (local seed conservation and improvement), and Post-Harvest Processing. In the next phase, the Model Farmers will train smallholder farmers in their respective villages. This approach aims to strengthen the economic resilience of farmers and develop farming systems that are more climate-resilient and environmentally sustainable. Follow us : Instagram: idep_foundation Facebook: IDEP Foundation LinkedIn: IDEP Foundation Twitter: idepfoundation Visit us at http://idepfoundation.org/ #IDEPSelarasAlam #TumbuhBersama #Permakultur #Permaculture #GRASS #GIZ