▶
Baja Hijau untuk Peningkatan Ekspor
Sobat Essentials!
Industri baja termasuk kontributor besar emisi industri di Indonesia. Pada 2022, sektor ini menyumbang 4,9% dari total emisi industri, setara 20–30 juta ton CO₂/tahun. Mayoritas pabrik masih menggunakan teknologi blast furnace berbahan bakar batu bara.
Tetapi ada peluang untuk menurunkan emisi di industri baja sebagai upaya mitigasi krisis iklim, termasuk dengan adanya kebijakan seperti CBAM dan permintaan baja hijau. Apa saja peluang dan tantangannya? Simak Podcast IESR Bicara Energi “Perkembangan pasar Green Steel dalam pusaran CBAM dan Pasar Karbon” bersama Harry Warganegara, Direktur Eskekutif, The Indonesian Iron and Stel Association (IISIA) dan Mentari Pujantoro, Manajer Proyek Agora Energy, Agora Energiewende, dipandu oleh Rahmat JES, Koordinator Keterlibatan Industri Net-Zero, IESR.
🎧 Dengarkan di siniar kesayangan di s.id/PCBajaHijau, atau
📺 Tonton di YouTube IESR: s.id/YTBajaHijau
#GreenSteel #TransisiEnergi #DekarbonisasiIndustri #CBAM #EnergiTerbarukan
